KANKER SERVIKS Rangkuman dan penjelasan penting yang harus diketahui tentang kanker serviks

Salam Sehat,

Menurut data dari Yayasan Kanker Indonesia, Kanker Serviks merupakan pembunuh nomor satu perempuan Indonesia. Menurut Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. DR.dr. Aru Wicaksono, setiap tahun tidak kurang 15.000 kasus kanker serviks terjadi di Indonesia. Tingginya kasus kanker serviks di Indonesia membuat WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia. Berdasar data di atas, maka dari itu penting untuk mengetahui apa itu kanker serviks, penyebab dan pencegahannya. Berikut pembahasan dari kami.

Apa itu Kanker Serviks?

Kanker Serviks atau kanker leher rahim adalah kanker yang mengenai bagian bawah dari uterus (rahim) wanita. Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Jika terdeteksi lebih awal, peluang sembuh dari HPV sangat tinggi.

Apa gejala dari Kanker Serviks?

Pada masa awal dari kanker serviks, biasanya tidak ditemukan tanda dan gejala. Seiring dengan bertumbuhnya kanker, gejala dapat berupa perdarahan abnormal dari vagina. yang dimaksud dengan perdarahan abnornaml adalah perdarahan yang terjadi antara siklus menstruasi, saat berhubungan seksual dan setelah menopause. Nyeri saat berhubungan seksual dan keluarnya duh dari vagina juga dapat menjadi tanda dan gejala kanker serviks.

Apa penyebab utama dari Kanker Serviks?

HPV merupakan penyebab utama dari kanker serviks, lebih dari 90% kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV. HPV merupakan virus yang terdiri dari banyak grup, sekitar 40 jenis grup dapat menyerang saluran kelamin manusia. Beberapa jenis HPV diketahui menyebabkan kanker, sedangkan beberapa menyebabkan kutil kelamin (condyloma).

HPV menyebabkan kanker karena HPV dapat menyebabkan perubahan dari sel serviks. Perubahan pre-kanker ini biasanya dapat ditemukan dengan skrining. Jika dibiarkan sel pre-kanker ini akan berubah menjadi sel kanker.

Apa penyebab lain dari Kanker Serviks?

Wanita ras hispanik dan Afrika-Amerika memiliki resiko kanker serviks lebih tinggi dari wanita kulit putih.

Faktor lain yang menyebabkan kanker serviks antara lain :

  • Merokok
  • Penggunaan jangka panjang alat kontrasepsi oral (lebih dari 5 tahun)
  • Mempunyai banyak anak
  • Mempunyai HIV atau sistem imun yang lemah
  • Mempunyai pasangan seksual lebih dari satu
  • Berhubungan seksual usia dini

Bagaimana cara untuk mendeteksi Kanker Serviks sejak dini?

Pemeriksaan Pap Smear telah sukses mencegah banyak kasus kanker serviks dengan cara menemukan sel abnormal sebelum sel tersebut berubah mejadi sel kanker. Sel dari vagina diambil dengan cara diseka (vaginal swab) dan kemudian dilakukan pengecekan dengan mikroskop.

Wanita yang sudah pernah berhubungan seksual dianjurkan untuk melakukan pengecekan setiap 3 tahun mulai dari usia 21 tahun. Pada wanita usia 30 sampai 65 tahun tes daapt dilakukan setiap 5 tahun bila dilakukan tes Pap Smear dan tes DNA HPV. Walau sudah melakukan vaksinasi, skrining dengan Pap Smear tetap harus dilakukan karena vaksinasi tidak melindungi dari semua jenis HPV.

Apa saja jenis vaksin Kanker Serviks?

Vaksin berguna untuk mencegah virus HPV yang paling sering menyebabkan kanker.

Terdapat 2 jenis vaksin yang paling sering digunakan :

  • Cervarix yang disuntikkan pada 3 kali yaitu dosis pertama, dosis kedua pada bulan kedua dan dosis ketiga pada bulan keenam
  • Gardasil, pemberian sama dengan Cervarix namun Gardasil juga dapat melindungi dari 2 tipe HPV yang paling sering menyebabkan kutil kelamin (condyloma).

Siapa saja yang harus mendapat vaksin HPV?

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan vaksin pada perempuan usia 11 atau 12 tahun. Perempuan usia antara 13 sampai 26 tahun juga dapat melakukan vaksin susulan. Karena HPV dapat menginfeksi laki-laki dan menyebabkan kanker tenggorokan dan kanker lainnya, laki-laki usia 11 sampai 21 tahun juga direkomendasikan untuk mendapat vaksin HPV. Untuk mendapat manfaat penuh dari vaksin, vaksin harus diberikan pada orang yang belum pernah melakukan hubungan seksual.

Terapi apa yang dapat dilakukan pada penderita Kanker Serviks?

Terapi dari Kanker Serviks bergantung dari banyak faktor, termasuk stadium kanker saat pertama kali didiagnosa. Metode yang paling sering dilakukan yaitu pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi dan sebagainya.

Sekian pembahasan tentang kanker serviks dari kami, semoga membantu. Jika dirasa bermanfaat, anda dapat membagikan artikel ini agar dapat menjangkau dan menolong lebih banyak orang. Terima Kasih

Sumber :

who.int, cdc.gov, yayasankankerindonesia.org, medicinenet.com, singaporecancersociety.org.sg

Oleh : dr. Divan Fernandes L