Copy of Profil

Copy of Profil

RSU-KASIH-IBU 3

FALSAFAH

Rumah Sakit Kasih Ibu merupakan sarana pelayanan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

VISI

Menjadi Rumah Sakit unggulan dan terpercaya di Surakarta dan sekitarnya.

MISI

Senantiasa berdedikasi mengutamakan keselamatan pasien dengan memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan bermutu tinggi.

TUJUAN

Meningkatan derajat kesehatan masyarakat serta menurunkan angka kesakitan dengan menyediakan layanan kesehatan yang bermutu dan mandiri dalam pengembangan Rumah Sakit

Jajaran Direksi

SEJARAH RS KASIH IBU SOLO

1979

Berangkat dari idealisme luhur yang berkeinginan untuk mengabdi bagi masyarakat dan memberikan pelayanan kesehatan tanpa memandang latar belakang penderita maka dihadapan Notaris Soehartinah Ramli, para pendiri :

  1. Hadi Soebroto
  2. Robby Sumampow
  3. H. Abdullah Hafid Zaini, SpOG

Sepakat mendirikan Yayasan “Kasih Ibu” pada hari sabtu tanggal 16 Juni 1979 di Surakarta. Adapun maksud dan tujuan pendirian Yayasan “Kasih Ibu” adalah untuk dimanfaatkan bagi kemanusiaan dan membantu pemerintah dibidang pengobatan dan bidang sosial. Untuk itu diambil langkah usaha dengan mendirikan Poliklinik dan Rumah Sakit, khususnya Rumah Sakit Bersalin.

1981

Pada tanggal 2 Februari 1981 diresmikan Rumah Sakit Bersalin Kasih Ibu oleh Bapak Walikota yaitu Bapak Soekatmo, SH dengan kapasitas 60 tempat tidur, dengan Direksi Dr. Risjard Sudradjad, Drs. V.Budi Santoso dan Ibu Sugiantoro.

1982

Pada tahun 1982 ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Umum atas pertimbangan kebutuhan akan jasa layanan kesehatan masyarakat dan atas usul IKES (Inspektur Kesehatan). Sebagai rumah sakit umum, Kasih Ibu memberikan pelayanan kesehatan tidak hanya seputar masalah kebidanan dan penyakit kandungan tetapi juga untuk berbagai jenis penyakit yang lain,sehingga sejak tahun 1982 semakin berkembang dalam memberikan pelayanan kesehatan. Klinik Umum, Klinik Gigi, dan juga beragam poliklinik spesialis mulai dirintis. Dokter-dokter spesialis dan umum yang pertama kali berkarya diantaranya adalah :

  1. Budi Kadarto (Ahli Bedah)
  2. Hafidh Zaini (ahli Kebidanan dan Kandungan)
  3. Arini S (ahli Penyakit Dalam)
  4. Sabdo Waluyo (ahli Penyakit Anak)
  5. Paul Hardjono (Dokter Umum)

1983

Pada tahun 1983 dilakukan perluasan sehingga kapasitas menjadi 95 tempat tidur. Dengan adanya kemajuan yang pesat maka direksi mengusulkan perluasan gedung 5 lantai dan usulan ini disetujui oleh Yayasan Kasih Ibu. Program perluasan ini memang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tercamtum dalam Garis Besar Haluan Negara dan Sistem Kesehatan Nasional Departemen Kesehatan Republik Indonesia, yaitu bahwa masyarakat termasuk swasta ikut bertanggung jawab dalam memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan masyarakat.

1989

Pelaksanaan pembangunan gedung 5 lantai dengan atap joglo yang merupakan jati diri daerah Surakarta dimulai tanggal 20 Semptember 1989 ditandai dengan pemancangan tiang pancang pertama oleh Bapak Walikotamadya Surakarta, Bapak R Hartomo dan selesai tepat waktu tanggal 20 Desember 1990 (15 bulan).

1991

Pada tanggal 2 Februari1991 dilakukan peresmian oleh Bapak Gubernur Jawa Tengah, Bapak H Ismail, dengan kapasitas 145 tempat tidur dan mempunyai fasilitas-fasilitas baik kamar perawat maupun peralatan-peralatan medis canggih yang modern dan pula telah dipikirkan mengenai dampak lingkungan, untuk itu telah dibuat “Sistem Sewage Treatment” untuk pembuangan limbah medis cair, sedangkan untuk limbah medis kering menggunakan “Incenerator”. Hal ini semuanya mendukung program “Solo Berseri” khususnya amat penting dalam rangka mendukung pencapaian Adipura Kencana bagi Kota Madya Surakarta.

Atas kerja keras dan komitmen yang tinggi, Rumah Sakit Kasih Ibu dibawah pimpinan Dr. Lo Siauw Ging sebagai Direktur, berusaha menjadi yang terbaik di Surakarta. Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilan RS Kasih Ibu menjadi juara pertama dalam lomba bidang pelayanan kesehatan, kebersihan dan ketertiban Rumah Sakit tingkat Jawa Tengah pada tahun 1991 dan dalam tahun yang sama juga menjadi juara pertama lomba Rumah Sakit tingkat Nasional dalam kategori Rumah Sakit Swasta Klas Utama

1998

Pada tahun 1998 RS Kasih Ibu mendapat Sertifikat Akreditasi Penuh dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia sebagai pengakuan bahwa Rumah Sakit telah memenuhi standart pelayanan Rumah Sakit yang meliputi 5 pokja :

  1. Administrasi dan Manajemen
  2. Pelayanan Medis
  3. Pelayanan Gawat Darurat
  4. Pelayanan Keperawatan
  5. Rekam Medis

2001

Pada tahun 2001 sampai dengan Februari 2002, dilakukan pembangunan sistem pengelolaan pembuangan limbah medis cair “Sistem Dewats” untuk mengganti Sistem Sewage Treatment. Dengan menggunakan sistem yang baru ini, hasil test pengujian air limbah medis memenuhi persyaratan dengan peraturan kadar maksimum yang diperbolehkan oleh Standart Buku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Pelayanan Kesehatan Golongan II, SKGUB DIY No. 65 Tahun 1999.

Tidak hanya pembangunan fisik saja yang diperhatikan tetapi kemajuan dalam pelayanan menjadi tujuan utama. Pengembangan pelayanan Persalinan yang telah dirintis oleh Dr Hafidh Zaini, SpOG terus dikembangkan, melalui tenaga yang terampil dan terlatih serta didukung berbagai alat canggih, memberikan pelayanan persalinan yang aman, nyaman dan benar. Peran yang besar untuk mendukung perkembangan pada awal pertumbuhan Pelayanan Kamar Bedah telah dilakukan oleh Dr. Budi Kadarto, SpB beserta tim bedah RS Kasih Ibu yang hingga kini terus berkembang, dengan berbagai jenis layanan bedah maupun dengan peralatan yang semakin canggih.

2004

Pada tahun 2004 sampai dengan 2006 RS Kasih Ibu dipimpin oleh Dr. Hendrik Daniel Manueke, Mkes

2006

Kemudian pada tahun 2006 sampai dengan sekarang direktur RS Kasih Ibu dijabat oleh Dr Sugandi Hardjanto, SpB.  Tahun 2009 RS Kasih Ibu telah berhasil memperoleh Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia dengan Nomor : YM.01.10/III/2742/09  tertanggal  22 Juli 2009
meliputi :

  1. Administrasi Manajemen
  2. Pelayanan Medis
  3. Pelayanan Gawat Darurat
  4. Pelayanan Keperawatan
  5. Rekam Medis
  6. Farmasi
  7. K 3
  8. Radiologi
  9. Laboratorium
  10. Kamar Operasi
  11. Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit
  12. Perinatal Resiko Tinggi

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 340/Menkes/Per/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit maka pada tanggal 1 Maret 2012 telah terbit Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.03.05/I/356/12 tentang Penetapan Kelas Rumah Sakit Umum Kasih Ibu.Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI ini memutuskan bahwa mulai tanggal 1 Maret 2012 RS Kasih Ibu Surakarta ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum Kelas B.