NYERI DADA SEBELAH KIRI: KAPAN HANYA MASUK ANGIN DAN KAPAN MENJADI TANDA SERANGAN JANTUNG?

Nyeri dada sebelah kiri sering kali membuat seseorang merasa cemas. Tidak sedikit orang yang langsung mengaitkannya dengan serangan jantung, sementara sebagian lainnya justru menganggapnya hanya sebagai “masuk angin”. Padahal, nyeri dada dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari gangguan otot, lambung, paru-paru, hingga penyakit jantung yang membutuhkan penanganan segera.

Mengenali karakteristik nyeri dada dan gejala penyerta sangat penting agar Anda dapat mengambil keputusan yang tepat untuk mencari pertolongan medis.

Artikel ini akan membahas berbagai penyebab nyeri dada sebelah kiri, ciri-ciri serangan jantung, faktor risiko, serta kapan Anda harus segera pergi ke rumah sakit.

Apa Penyebab Nyeri Dada Sebelah Kiri?

Nyeri dada tidak selalu berasal dari jantung. Beberapa penyebab yang sering ditemukan antara lain:

  1. Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok oksigen ke otot jantung mengalami penyempitan akibat penumpukan plak. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada (angina) hingga serangan jantung.

Biasanya nyeri terasa seperti:

  • Ditekan atau tertimpa benda berat.
  • Menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, atau punggung.
  • Berlangsung lebih dari 15–20 menit.
  • Muncul saat beraktivitas atau bahkan saat istirahat.
  1. Asam Lambung (GERD)

Naiknya asam lambung juga dapat menyebabkan rasa nyeri atau panas di dada yang sering disalahartikan sebagai gangguan jantung.

Keluhan biasanya disertai:

  • Rasa panas di dada (heartburn).
  • Mulut terasa pahit.
  • Nyeri setelah makan.
  • Keluhan membaik setelah mengonsumsi obat lambung.
  1. Gangguan Otot dan Tulang Dada

Cedera otot, postur tubuh yang kurang baik, atau peradangan pada sendi tulang dada dapat menyebabkan nyeri yang bertambah saat bergerak atau ditekan.

  1. Gangguan Paru-paru

Beberapa penyakit paru seperti pneumonia, radang selaput paru (pleuritis), atau emboli paru juga dapat menimbulkan nyeri dada yang semakin terasa saat menarik napas.

Tanda-Tanda Serangan Jantung yang Tidak Boleh Diabaikan

Segera cari pertolongan medis apabila nyeri dada disertai gejala berikut:

  • Sesak napas.
  • Keringat dingin berlebihan.
  • Mual atau muntah.
  • Pusing atau hampir pingsan.
  • Nyeri menjalar ke lengan kiri, bahu, rahang, atau punggung.
  • Jantung berdebar tidak teratur.
  • Nyeri tidak membaik setelah beristirahat.

Perlu diketahui bahwa pada wanita, lansia, dan penderita diabetes, serangan jantung terkadang tidak menimbulkan nyeri dada yang khas. Gejalanya dapat berupa mudah lelah, sesak napas, nyeri ulu hati, atau mual.

Faktor Risiko Penyakit Jantung

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung antara lain:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Diabetes melitus.
  • Kolesterol tinggi.
  • Kebiasaan merokok.
  • Obesitas.
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
  • Stres berkepanjangan.

Apabila memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas, pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat dianjurkan.

Pemeriksaan untuk Mengetahui Penyebab Nyeri Dada

Dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik, kemudian dapat menyarankan beberapa pemeriksaan penunjang seperti:

  • Elektrokardiografi (EKG).
  • Pemeriksaan laboratorium, termasuk enzim jantung.
  • Foto Rontgen dada.
  • Ekokardiografi (USG jantung).
  • CT Scan atau pemeriksaan lanjutan bila diperlukan.
  • Treadmill test atau uji latih jantung sesuai indikasi.

Pemeriksaan tersebut membantu menentukan penyebab nyeri dada sehingga pengobatan dapat diberikan secara tepat.

Cara Menurunkan Risiko Serangan Jantung

Penyakit jantung dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, di antaranya:

  • Berhenti merokok.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan mengurangi lemak jenuh, garam, dan gula.
  • Berolahraga minimal 150 menit setiap minggu.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara rutin.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Tidur yang cukup setiap hari.

Kapan Harus ke Instalasi Gawat Darurat (IGD)?

Jangan menunda datang ke IGD apabila mengalami:

  • Nyeri dada hebat yang berlangsung lebih dari 15 menit.
  • Nyeri menjalar ke lengan kiri atau rahang.
  • Sesak napas berat.
  • Keringat dingin disertai nyeri dada.
  • Penurunan kesadaran.
  • Jantung berdebar disertai pusing atau pingsan.

Pada serangan jantung, penanganan dalam “golden period” sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi dan dapat menyelamatkan otot jantung dari kerusakan permanen.

Cara Mendaftar ke Dokter Spesialis Jantung di RS Kasih Ibu Surakarta

Apabila Anda sering mengalami nyeri dada, memiliki faktor risiko penyakit jantung, atau ingin melakukan pemeriksaan kesehatan jantung secara menyeluruh, Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di RS Kasih Ibu Surakarta.

  1. Pendaftaran Online Melalui Aplikasi Kasih Ibu SMARTCare

Unduh aplikasi Kasih Ibu SMARTCare melalui App Store maupun Google Play Store.

Langkah pendaftaran:

  • Login atau registrasi akun.
  • Pilih layanan Rawat Jalan.
  • Pilih Poli Jantung.
  • Tentukan dokter dan jadwal praktik.
  • Konfirmasi pendaftaran dan simpan nomor antrean digital.
  1. Pendaftaran Melalui WhatsApp

Hubungi layanan WhatsApp resmi RS Kasih Ibu di 0821-3366-4747 untuk memperoleh informasi jadwal dokter maupun melakukan pendaftaran.

  1. Pendaftaran Melalui Telepon

Anda juga dapat menghubungi (0271) 714422 untuk informasi layanan dan jadwal praktik dokter spesialis jantung.

Apabila mengalami nyeri dada yang berat disertai sesak napas, keringat dingin, atau penurunan kesadaran, segera datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat tanpa menunda waktu.

Ditinjau Secara Medis oleh: Instalasi PKRS & Tim Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Kasih Ibu Surakarta.